Selamat Datang di Situs Resmi "Belajar Al Qur'an & As Sunnah"

Sholat Safar

Sholat Safar 1

Pengertian Safar.

As-Safar, yaitu bepergian dari satu tempat iqamah (tempat menetap/ tempat tinggal baik kota atau desa) ke suatu tempat di luar daerah iqamahnya, baik dengan tujuan yang bersifat ukhrawiy (berhajji, tabligh dsb) maupun yang bersifat duniawiy (berdagang, duta suatu negara dll).
Orang yang mengerjakan safar disebut Musafir, kebalikan dari musafir adalah Muqim, yaitu orang yang berada di tempat iqamahnya, artinya : menetap dan bertempat tinggal di suatu tempat diantara anak-istri atau sanak keluarganya.
Maka seseorang baru boleh dikatakan sebagai musafir bila dia pergi dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang disebut safar di atas. Sedang jika ia hanya sekedar kaluar atau pergi dari rumah/kampung dan tidak memenuhi ketentuan di atas dalam bahasa ‘Arab orang tersebut bukan dikatakan musafir, dan masih termasuk orang muqim.

Baca selengkapnya »

Sholat Safar 2

Shalat Jama’ dengan satu adzan dan dua iqamah.

عَنْ جَابِرٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص صَلَّى الصَّلاَتَيْنِ بِعَرَفَةَ بِاَذَانٍ وَاحِدٍ وَ اِقَامَتَيْنِ. وَ اَتَى اْلمُزْدَلِفَةَ، فَصَلَّى بِهَا اْلمَغْرِبَ وَ اْلعِشَاءَ بِاَذَانٍ وَاحِدٍ وَ اِقَامَتَيْنِ، وَ لَمْ يُسَبّحْ بَيْنَهُمَا، ثُمَّ اضْطَجَعَ حَتَّى طَلَعَ اْلفَجْرُ. مختصر لاحمد و مسلم و النسائى، فى نيل الاوطار 3: 248
Dari Jabir RA bahwasanya Nabi SAW shalat jama’ di ‘Arafah dengan satu adzan dan dua iqamah. Dan datang ke Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan’Isyak dengan satu adzan dan dua iqamah, dan tidak shalat sunnah diantara keduanya, kemudian tidur hingga terbit fajar. [Diringkas dari riwayat Ahmad, Muslim dan Nasaiy, dalam Nailul Authar juz 3, hal. 248]

Baca selengkapnya »

Postingan Lama

Den Ryono. Diberdayakan oleh Blogger.

Dan Janganlah Kamu Mengikuti Apa yang Kamu Tidak Mempunyai Pengetahuan Tentangnya (Ilmunya). Sesungguhnya Pendengaran, Penglihatan dan Hati, Semuanya itu akan diminta Pertanggungan Jawabnya. (QS. Al-Isra : 36)

Kutinggalkan Pada Kamu Sekalian 2 Perkara Yang Kamu Tidak Akan Sesat Apabila Kamu Berpegang Teguh Pada Keduanya, Yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya [[HR. Malik Dalam Al-Muwaththa' Juz 2 Hal 899]]