Selamat Datang di Situs Resmi "Belajar Al Qur'an & As Sunnah"

2012

Tuntunan Aqiqah


Pengertian Aqiqah
Menurut bahasa Aqiqah berasal dari (عَقَّ-يَعُقُّ-عَقًّا) artinya : memotong. Dinamakan Aqiqah (yang dipotong), karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu.
Ada pula yang mengatakan bahwa aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut aqiqah, karena ia mesti dicukur.
Adapun menurut istilah agama, yang dimaksud aqiqah ialah : Sembelihan yang disembelih sehubungan dengan kelahiran seorang anak, baik laki-laki ataupun perempuan pada hari yang ke tujuh sejak kelahirannya dengan tujuan semata-mata mencari ridla Allah.

Sejarah Aqiqah
Syariat aqiqah, yaitu menyembelih 2 ekor kambing jika anaknya laki-laki, dan seekor kambing jika anaknya perempuan, telah dikenal dan biasa dilakukan orang sejak zaman jahiliyah, namun dengan cara yang berbeda dengan yang dituntunkan oleh Nabi SAW bagi ummat Islam.

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muththalib


Hamzah itu adalah seorang putera Abdul Muththalib. Jadi ia adalah saudara laki-laki (adik) dari Abdullah (ayah Nabi SAW). Tetapi dari lain ibu. Karena Abdullah dari ibu yang bernama Fathimah, sedang Hamzah dari ibu yang bernama Halah. Kedua ibu itu dari keturunan Quraisy juga. Sebab itu ia termasuk salah seorang dari paman Nabi SAW yang paling muda.
Pada suatu hari Hamzah pergi berburu, karena memang ia adalah seorang Quraisy yang gemar berburu. Pada waktu ia kembali dari berburu, tiba-tiba ditengah jalan ia bertemu dengan seorang budak perempuan, bernama Salma. Ia adalah budaknya Shafiyah binti Abdul Muththalib (saudara perempuan Hamzah) yang pada waktu itu Shafiyah sudah masuk Islam.
Budak perempuan itu memanggil Hamzah dan berkata : "Ya, Abu 'Amarah (sebutan bagi shahabat Hamzah) ! Jika tadi engkau mengetahui Abul-Hakam (Abu Jahal) menganiaya anak saudara tuan, pasti tuan sangat marah kepadanya".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Abu Dzarr Al-Ghifari


Abu Dzarr itu namanya yang asli ialah Jundab bin Junadah, dan ia adalah seorang kepala kabilah banu Ghifar. Kabilah ini letaknya disatu tempat yang jauhnya dari Makkah perjalanan kurang lebih 30 hari. Pada waktu itu ia mendengar berita bahwa di kota Makkah ada seorang laki-laki dari keturunan Quraisy yang mengaku menjadi Nabi serta Rasul Allah, maka ia pun mengutus saudara laki-lakinya (adiknya) yang bernama Anis, untuk pergi ke Makkah menyatakan betul atau tidaknya berita itu.

Ia berkata kepada adiknya : "Pergilah kamu ke lembah (kota Makkah) dengan kendaraan onta ini, setelah sampai di sana hendaklah kamu datang kepada orang yang mengaku menjadi Nabi serta Rasul Allah serta menerima wahyu dari langit. Kemudian dengarkanlah semua apa yang dikatakannya dan catatlah baik-baik ! Setelah itu, hendaklah kamu lekas kembali pulang kemari, dan beritakanlah kepadaku apa perkataan-perkataan dan pelajaran-pelajarannya !".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Khalid bin Sa'id


Khalid bin Sa'id adalah seorang pemuda dari bangsa Quraisy. Setelah diketahui oleh ayahnya bahwa ia telah mengikut seruan Nabi SAW, ia pun dipanggil dan ditanyai oleh ayahnya : "Apakah kamu sudah mengikut kepada Muhammad ? Tidakkah kamu ketahui bahwa orang banyak tidak mau mengikut kepadanya karena ia selalu mencela berhala-berhala mereka dan membodoh-bodohkan orang-orang pandai mereka ?".
Khalid menjawab : "Demi Allah ! Saya telah mengikut kepada seruan Nabi Muhammad, dan saya sungguh-sungguh percaya kepadanya".
Setelah mendengar jawaban yang demikian itu, bapaknya sangat marah kepadanya, dan ia pun diusir dengan kekerasan. "Pergilah kamu dari rumahku, jangan kamu ikut aku lagi dan aku tidak akan memberi makan kepadamu untuk selama-lamanya !"

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Sa'ad bin Abi Waqqash


Shahabat Sa'ad bin Abi Waqqash itu adalah anak laki-lakinya Abu Waqqash, dan ibunya bernama Hamnah binti Sufyan.
Pada waktu itu ia sedang remaja. Setelah ibunya mengetahui bahwa ia sudah menjadi pengikut Nabi SAW, maka ibunya mengancam demikian : "Hai Sa'ad ! Aku mendengar, sekarang kamu menjadi orang celaka. Demi Allah, demi Al-Lata dan Al-'Uzza ! Tidak diperkenankan bagi orang yang telah menjadi pengikut Muhammad berteduh di atas rumahku,meskipun diwaktu hujan maupun pada waktu panas. Dan sekarang kamu sudah mengikut Muhammad, maka haram kamu masuk rumahku ini, haram kamu memakan makananku, dan haram kamu meminum airku !".
Pendek kata pada waktu itu ia diasingkan dan tidak diakui lagi sebagai anggota keluarga oleh ibunya, famili dan para sanak saudaranya. Oleh sebab itu, ia lalu datang kepada Nabi SAW dan mengadukan hal yang sedang dialaminya itu.

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Abdullah bin Mas'ud RA


Pada suatu hari para shahabat Nabi SAW mengadakan pertemuan untuk membicarakan, siapakah di antara mereka (pengikut Nabi SAW) yang sanggup membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah diajarkan oleh Nabi SAW di masjid, untuk diperdengarkan kepada kaum Musyrikin Quraisy. Pada waktu itu Abdullah bin Mas'udlah yang dengan ikhlas hati sanggup mengerjakannya. Tetapi ada seorang shahabat yang tidak menyetujui kesanggupannya itu, karena ia adalah seorang yang tidak punya perlindungan dari seorang yang berpengaruh untuk menjamin dirinya, yaitu jika ia mengerjakan kesanggupannya itu lalu dianiaya oleh fihak musyrikin Quraisy, tidak ada orang yang akan melindunginya. Padahal fihak lawan itu, pasti akan merintangi siapasaja yang berani membaca ayat-ayat Al-Qur'an di masjid. Alasan ini dijawab oleh Abdullah bin Mas'ud : "Allah sendirilah yang melindungi diriku !".

Lalu diputuskanlah dengan suara bulat, bahwa Abdullah bin Mas'ud-lah yang akan membacakan beberapa ayat-ayat Al-Qur'an di masjid dengan suara nyaring, untuk diperdengarkan kepada kaum Musyrikin Quraisy.

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Khabbab bin Al-Aratt


Shahabat Khabbab bin Al-Aratt, ialah seorang tukang besi, dan ketika itu menjadi budak belian seorang perempuan bernama Ummu Anmar. Setelah diketahui bahwa ia telah menjadi pengikut seruan Nabi Muhammad SAW maka oleh Ummu Anmar dia dianiaya dengan cara yang kejam dan ganas. Badannya diikat pada tiang, dan disekeliling tubuhnya dinyalakan api. Dalam keadaan seperti itu lalu ditanya : "Maukah kamu kembali memeluk agamamu yang lama, agama yang telah diikut oleh nenek moyangmu dahulu ?".

Ia menjawab : "Saya tetap menjadi pengikut agama Muhammad".
Oleh sebab itu lalu dia disiksa dengan siksaan yang lebih berat lagi. Punggungnya diseterika dengan besi yang dibakar sampai pijar, dan besi yang seperti itu digosokkan pula di atas kepalanya. Namun sekalipun ia disiksa sekejam itu, ia tetap teguh beriman kepada seruan Nabi SAW.

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Zunairah


Zunairah, adalah seorang perempuan yang menjadi budak belian Abu Jahal. Setelah diketahui oleh tuannya bahwa ia telah mengikut seruan Nabi SAW dan masuk Islam, ia dianiaya dan disiksa oleh Abu Jahal dengan cara yang sangat kejam. Meskipun demikian dia sangat kuat pendiriannya dan kokoh tauhidnya kepada Allah. Dan Abu Jahal mendatangkan para pemuka Quraisy musyrikin, lalu Abu Jahal berkata kepada Zunairah : "Betulkah kamu sekarang telah mengikut seruan Muhammad yang celaka itu ?".
Ia menjawab dengan tegas : "Ya, saya betul-betul mengikut seruan Nabi Muhammad, saya percaya kepada seruannya dan saya benar-benar mengikut pimpinannya !".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya 'Ammar bin Yasir dan Keluarganya

Shahabat 'Ammar bin Yasir, bapaknya (Yasir) dan ibunya (Sumayyah), serta saudaranya laki-laki (Anis), mereka itu adalah budak belian milik 'Amr bin Hisyam (Abu Jahal). Setelah diketahui oleh tuannya dan oleh para pemuka musyrikin Quraisy, bahwa mereka itu sudah mengikut seruan Nabi SAW, lalu mereka disiksa dengan kejam dan ganas oleh tuannya (Abu Jahal) dan kawan-kawannya.
Mereka itu dipanggang di atas api yang menyala. Dari sangat hebatnya dan ganasnya siksaan itu, maka Nabi SAW datang melihatnya untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa mereka sedang disiksa dan dipanggang. Pada waktu itu, Nabi SAW bersabda :
صَبْرًا يَا آلَ يَاسِرٍ ! صَبْرًا يَا آلَ يَاسِرٍ ! فَاِنَّ مَوْعِدَكُمُ اْلجَـنَّــةُ!
"Shabarlah hai keluarga Yasir ! Shabarlah hai keluarga Yasir ! Karena sesungguhnya yang dijanjikan kepadamu sekalian adalah surga".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Abu Fakihah

--Kisah Sahabat--

Shahabat Abu Fakihah adalah seorang lelaki budak belian Shafwan bin Umayyah, seorang kepala bangsa Quraisy Musyrikin. Setelah tuannya mengetahui bahwa ia telah menjadi pengikut Nabi SAW maka dia pun disiksa oleh tuannya.
Pada suatu hari ia dikeluarkan dari rumah dengan dibelenggu tangan dan lehernya oleh tuannya, lantas dibawa ke padang pasir diwaktu siang hari sedang panas terik. Di sana ia ditelentangkan oleh tuannya menghadap ke atas, lantas sebuah batu besar diletakkan di atas perutnya. Dari besarnya batu itu dan dari panasnya pada waktu itu, seingga nafasnya terengah-engah dan lidahnya terjulur.

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Zubair bin 'Awwam

--Kisah Sahabat--

Setelah Zubair bin 'Awwam diketahui oleh pamannya bahwa beliau sudah mengikut seruan Nabi SAW (memeluk Islam), beliaupun lalu dipanggil oleh pamannya. Setelah beliau menghadap, beliau ditanya : "Apakah kamu sekarang sudah mengikut agama Muhammad ? Sudah tidak maukah kamu kepada agama nenek moyangmu dahulu ? Apa kamu sudah menjadi orang yang hina ?".
Lalu beliau menjawab dengan tegas : "Saya mengikut agama Allah ! Saya mengikut agama Allah !".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah RA semula adalah seorang budak belian Umayyah bin Khalaf, seorang Pemuka bangsa Quraisy musyrikin. Setelah diketahui oleh tuannya bahwa ia sudah menjadi pengikut Nabi SAW, maka iapun dianiaya oleh tuannya dengan cara yang sangat kejam.

Lehernya diikat dengan tali yang panjang, lalu ikatan itu diberikan kepada anak-anak yang sedang bermain-main di tengah jalan untuk ditarik-tarik dan dipermainkan oleh mereka. Dan ketika ia diperlakukan sedemikian rupa di tengah jalan, ia selalu mengucapkan perkataan dengan suara nyaring :

    اَحَدٌ، اَحَدٌ، اَحَدٌ   ( Satu ! Satu ! Satu ! )
Maksudnya : "Tuhan hanya satu ! Tuhan yang sebenarnya hanya satu !".

Baca selengkapnya »

Ibadah Qurban

1. Pengertian Qurban

Qurban berasal dari bahasa Arab :
قَرُبَ - يَقْرُبُ - قُرْبًا وَ قُرْبَانًا وَ قِرْبَانًا. المنجد
Artinya : "Mendekat/pendekatan".
Adapun pengertian Qurban menurut agama yaitu, "Usaha pendekatan diri dari seorang hamba kepada Penciptanya dengan jalan menyembelih binatang ternak dan dilaksanakan dengan tuntunan, dalam rangka mencari ridla-Nya".
Firman Allah SWT :
لَنْ يَّنَالَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلاَ دِمَآؤُهَا وَلكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوى مِنْكُمْ، كَذلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبّرُوا اللهَ عَلى مَا هَديكُمْ، وَ بَشّرِ اْلمُحْسِنِيْنَ. الحج: 37
Daging-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridlaan) Allah dan tidak (pula) darahnya, tetapi taqwa dari pada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Hajj : 37]

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya 'Utsman bin Affan RA

Setelah 'Utsman bin Affan masuk Islam lalu diketahui oleh pamannya yang bernama Hakam bin Abil 'Ash bahwa beliau sudah menjadi pengikut Nabi SAW, maka beliau dipanggil oleh pamannya tersebut. Setelah berada dihadapannya, lalu ditanya : "Betulkah kamu sudah bertukar agama ? Betulkah kamu sekarang sudah mengikut agama Muhammad ?".Petanyaan itu beliau jawab dengan tegas : "Ya, saya sudah mengikut seruan Nabi Muhammad dan memeluk agamanya".

Kemudian setelah itu 'Utsman bin Affan lalu dipasung oleh pamannya dengan kedua tangan beliau diikat dengan tali ditengkuknya, lalu beliau ditanya lagi : "Apakah kamu sekarang tidak mau lagi kepada agama orang-orang tuamu dahulu ? Apakah agama Muhammad itu lebih baik dari pada agama nenek moyangmu ? Celaka kamu! Demi Allah dan demi Al-Lata dan Al-'Uzza! Aku tidak akan melepaskan belengguku ini dari dirimu selama-lamanya, kecuali jika kamu mau meninggalkan agama Muhammad dan kembali mengikut agamamu yang lama, agama yang dipeluk oleh orang-orang tuamu dahulu !".

Baca selengkapnya »

Masuk Islamnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

Abu Bakar RA. adalah seorang lelaki merdeka dan hartawan besar yang pertama kali beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan seruannya. Dan Nabi SAW sendiri pernah bersabda :

مَا دَعَوْتُ اَحَدًا اِلىَ اْلاِسْلاَمِ اِلاَّ كَانَتْ لَهُ كَبْوَةٌ غَيْرَ اَبِى بَكْرٍ.
"Tidaklah saya mengajak seseorang kepada Islam melainkan ada padanya maju-mundurnya, kecuali Abu Bakar"

Maksudnya : Nabi SAW. ketika mengajak seseorang untuk mengikut Islam, mesti orang itu ada keraguan, kecuali Abu Bakar RA. Beliau ketika mengikut Islam adalah sudah dengan keinsyafan dan keyakinan sendiri, tidak ada rasa bimbang atau ragu sedikitpun.

Baca selengkapnya »

Bahaya Tipu Daya Kesyirikan Yang Menyengsarakan

Kemusrikan adalah termasuk ujian yang sangat besar bagi umat manusia yang hidup di muka bumi. Allah SWT menghendaki agar manusia untuk berbakti hanya kepada Allah semata, berbuat yang suci-suci dan bersih mengikuti petunjuk-Nya dengan mengikuti jalan para Nabi dan Rasul-Nya dan kemudian berserah diri serta bertawaqal kepada Allah semata.

Untuk di zaman kita sekarang ini, dalam masalah jiwa, masalah keghaiban, manusia diperintah oleh Allah untuk mengimani apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist, keterangan-keterangan yang telah Allah turunkan lewat Rasulullah Muhammad SAW.

Baca selengkapnya »

Ikhlas

Ikhlas

Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’”(Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)[1]

Baca selengkapnya »

Pengantar

Pengantar

Sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari keburukan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amal-amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad bin ‘Abdillah adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluargnya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berusaha mengikutinya hingga Hari Kiamat kelak.

Baca selengkapnya »

Kitab Ilmu

Bab Ke-1: Keutamaan Ilmu. Firman Allah, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11), dan, "Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."('Thaahaa: 114)

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari tidak membawakan satu hadits pun.")
 

Bab Ke-2: Seseorang yang ditanya mengenai ilmu pengetahuan, sedangkan ia masih sibuk berbicara. Kemudian ia menyelesaikan pembicaraannya, lalu menjawab orang yang bertanya.

Baca selengkapnya »

Sholat 'Ied

Adab Mengerjakan Shalat 'Ied dan Sunnah-sunnahnya

1. Mandi Dahulu

قَالَ النَّبِيُّ ص يَا مَعْشَرَ اْلمُسْلِمِيْنَ، اِنَّ هذَا (يَوْمَ اْلجُمُعَةِ) يَوْمٌ جَعَلَهُ اللهُ تَعَالَى عِيْدًا فَاغْسِلُوْا. مالك
Bersabda Nabi SAW, "Hai kaum Muslimin, hari (Jum'ah) ini adalah satu hari yang Allah Ta’ala jadikan hari raya. Karena itu hendaklah kamu mandi". [HR. Malik]

Keterangan :
Menurut hadits tersebut, hari Jum'ah dipandang sebagai hari raya dan kita disuruh mandi padanya. Dengan demikian dapat difaham, bahwa mandi pada hari raya adalah lebih utama.

Baca selengkapnya »

Zakat Fithrah

Pengertian Zakat Fithrah
Zakat Fithrah ialah : Zakat berupa makanan pokok dalam suatu daerah, yang dikeluarkan sebelum shalat 'Idul Fithri.
Yang Wajib Mengeluarkan
Zakat Fithrah diwajibkan kepada orang Islam, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, merdeka, budak bahkan kanak-kanak sekalipun, yang mempunyai kelebihan makanan pada malam hari raya serta siang harinya.
Ukuran/Kadarnya
Tiap-tiap jiwa sebanyak satu Sha' (+ 2,5 kg atau 3 liter), dari makanan pokok yang biasa dimakan oleh orang di dalam daerah tersebut.

Baca selengkapnya »

Sekitar Ramadhan

Hadits-hadits Sekitar Puasa Ramadlan.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. البخارى و مسلم
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Nabi SAW bersabda, Barangsiapa berpuasa Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [HR. Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. البخارى 2: 251
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa bangun (shalat malam) pada bulan Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [HR. Bukhari 2 : 251]

Baca selengkapnya »

Sholat Lail

Shalat Sunnah Lail ialah : Shalat-shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari selain Ba'diyah 'Isya'.
Adapun waktunya ialah : Sehabis shalat 'Isya' hingga akhir waktu 'Isya' sebelum masuk waktu Shubuh. Dan shalat Lail itu boleh dikerjakan sebelum maupun sesudah tidur.
Macam-macamnya :
A. Shalat Sunnah Tarawih.                  C. Shalat Sunnah Witir.
B. Shalat Sunnah Tahajjud.                D. Shalat Sunnah Iftitah.
A. Shalat Tarawih
Tarawih artinya relax, santai, istirahat.
Ulama mengistilahkan Shalat Sunnah ini dengan Shalat Tarawih, karena melihat riwayat yang menjelaskan tentang bagaimana cara Nabi SAW melakukannya. Yaitu dengan perlahan-lahan/relax/santai serta diselingi dengan istirahat setiap habis salam, sebagaimana riwayat dibawah ini:

Baca selengkapnya »

Puasa

Puasa, yang di dalam bahasa Al-Qur'an  Ash-Shaum/Ash-Shiyam adalah salah satu dari beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan  oleh orang-orang beriman. Firman Allah :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. البقرة:183
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seba-gaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu  bertaqwa. [QS. Al-Baqarah  :  183]

1. Pengertian  Ash-Shiyam  (Puasa)
Ash-Shiyam atau Ash-shaum menurut lughah/bahasa,  artinya : "Menahan diri dari melakukan sesuatu". Seperti firman  Allah :
اِنّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلّمَ اْليَوْمَ اِنْسِيًّا. مريم:26
Sesungguhnya aku telah bernadzar akan  berpuasa  karena Tuhan  Yang  Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seseorang  manusiapun pada hari ini. [QS. Maryam : 26]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 11

Petunjuk Rasulullah SAW Untuk Berkata Jujur & Menjauhi Dusta
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّ الصّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرّ وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. مسلم 4: 2013
Dari 'Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta". [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 10

Petunjuk Rasulullah SAW untuk Menjauhi Sombong & Supaya Tawadlu'
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ: اِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ اَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَ نَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ اْلجَمَالَ. اَلْكِبْرُ بَطَرُ اْلحَقّ وَ غَمْطُ النَّاسِ. مسلم 1: 93
Dari Abdullah bin Mas'ud, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari sombong".  Lalu ada seorang laki-laki bertanya : "Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?"). Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". [HR. Muslim juz 1, hal. 93]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَقُوْلُ اللهُ سُبْحَانَهُ: اَلْكِبْرِيَاءُ رِدَاءِيْ وَ اْلعَظَمَةُ اِزَارِيْ. فَمَنْ نَازَعَنِيْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اَلْقَيْتُهُ فِى النَّارِ. ابن ماجه 2: 1398
Dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Allah Yang Maha Suci berfirman : Sombong itu adalah selendang-Ku (sorban-Ku) dan kebesaran itu adalah pakaian-Ku, maka barangsiapa mencabut salah satunya dari-Ku, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1398]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 9

Petunjuk Rasulullah SAW Tentang Ikhlash
عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنّيَّاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهِ. البخارى 1: 2
Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai niatnya. Maka barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan mendapatkan sesuai apa yang ia berniat hijrah padanya". [HR. Bukhari juz 1, hal. 2]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 8

Perumpamaan-perumpamaan Rasulullah SAW (Lanjutan)
عَنْ اَبِى مُوْسَى عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ اْلهُدَى وَ اْلعِلْمِ كَمَثَلِ اْلغَيْثِ اْلكَثِيْرِ اَصَابَ اَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ اْلمَاءَ فَاَنْبَتَتِ اْلكَـَلأَ وَ اْلعُشْبَ اْلكَثِيْرَ، وَ كَانَتْ مِنْهَا اَجَادِبُ اَمْسَكَتِ اْلمَاءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَ سَقَوْا وَ زَرَعُوْا، وَ اَصَابَ مِنْهَا طَائِفَةً اُخْرَى اِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَ لاَ تُنْبِتُ كَـَلأً. فَذٰلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقِهَ فِى دِيْنِ اللهِ وَ نَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَ عَلَّمَ وَ مَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذٰلِكَ رَأْسًا وَ لَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِى اُرْسِلْتُ بِهِ. البخارى 1: 28
Dari Abu Musa RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Perumpamaan apa yang Allah mengutusku dengannya, yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Diantara tanah itu ada yang subur yang dapat menerima air, lalu menumbuhkan rumput dan tumbuh-tumbuhan yang banyak. Dan diantaranya ada pula tanah yang keras dapat menahan air, (tetapi tidak bisa menumbuhkan tumbuh-tumbuhan), maka dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia. Mereka bisa minum, memberi minum ternak dan bertani. Dan air hujan itu mengenai pula tanah yang lain, yaitu tanah keras dan licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikian itulah perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan bermanfaat baginya apa yang dengannya Allah mengutusku, ia mengetahui dan mengajarkan (kepada orang lain) dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepalanya, dan perumpamaan orang yang tidakmau menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya". [HR. Bukhari juz 1,hal. 28]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 7

Perumpamaan-perumpamaan Rasulullah SAW (Lanjutan)
 عَنْ اَبِى مُوْسَى عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَثَلُ اْلبَيْتِ الَّذِى يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَ اْلبَيْتِ الَّذِى لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ اْلحَيّ وَ اْلمَيّتِ. مسلم 1: 539
Dari Abu Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Perumpamaan rumah yang Allah disebut di dalamnya dan rumah yang Allah tidak disebut di dalamnya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati". [HR. Muslim juz 1, hal. 539]

عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَثَلُ اْلجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَ اْلجَلِيْسِ السُّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ اْلمِسْكِ وَ كِيْرِ اْلحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ اْلمِسْكِ اِمَّا تَشْتَرِيْهِ اَوْ تَجِدُ رِيْحَهُ، وَ كِيْرُ اْلحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ اَوْ ثَوْبَكَ اَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيْثَةً. البخارى 3: 16
Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan perapian tukang besi, tidak boleh tidak akan kamu dapati dari penjual minyak wangi itu, boleh jadi kamu membelinya atau mencium bau harumnya, sedangkan perapian tukang besi (bisa) membakar badanmu atau pakaianmu, atau kamu mencium bau busuknya". [HR. Bukhari juz 3, ha. 16]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 6

Tanda-tanda Kenabian (Mu'jizat) dalam Islam (Lanjutan)
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: اِنْشَقَّ اْلقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِشْهَدُوْا. البخارى 4: 186
Dai 'Abdullah bin Masúd RA, dia berkata : Bulan terbelah jadi dua di masa Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW bersabda, "Saksikanlah". [HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

عَنْ اَنَسٍ اَنَّهُ حَدَّثَهُمْ اَنَّ اَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوْا رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْ يُرِيَهُمْ اَيَةً فَاَرٰيهُمْ اِنْشِقَاقَ اْلقَمَرِ. البخارى 4: 186
Dari Anas, dia bercerita kepada orang-orang : Sesungguhnya penduduk Makkah pernah meminta Rasulullah SAW untuk memperlihatkan tanda kekuasaan Allah (mu'jizat), maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan. [HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 5

Tanda-tanda Kenabian (Mu'jizat) dalam Islam (Lanjutan)
عَنْ جَابِرٍ رض اَنَّ اَبَاهُ تُوُفّيَ وَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَاَتَيْتُ النَّبِيَّ ص فَقُلْتُ اِنَّ اَبِى تَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا وَ لَيْسَ عِنْدِى اِلاَّ مَا يُخْرِجُ نَخْلُهُ وَ لاَ يَبْلُغُ مَا يُخْرِجُ سِنِيْنَ مَا عَلَيْهِ، فَانْطَلِقْ مَعِى لِكَيْلاَ يُفْحِشَ عَلَيَّ الْغُرَمَاءُ فَمَشَى حَوْلَ بَيْدَرٍ مِنْ بَيَادِرِ التَّمْرِ فَدَعَا ثُمَّ آخَرَ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ فَقَالَ اِنْزِعُوْهُ فَاَوْفَاهُمُ الَّذِى لَهُمْ وَ بَقِيَ مِثْلُ مَا اَعْطَاهُمْ. البخارى 4: 172
Dari Jabir RA, bahwasanya ayahnya meninggal dan masih menanggung hutang. Lalu aku (Jabir) datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan ia masih punya tanggungan hutang, sedangkan aku tidak mempunyai harta selain hasil pohon kurma miliknya, sedangkan hasilnya beberapa tahun tidak cukup untuk menutup hutangnya. Maka sudilah engkau berangkat bersamaku supaya orang-orang yang menghutangi itu tidak berlaku kasar terhadapku". Kemudian beliau berjalan di sekitar salah satu tempat penjemuran kurma, lalu beliau memohonkan barakah, kemudian pada tempat penjemuran yang lain (dan memohonkan barakah). Lalu beliau duduk padanya, dan beliau bersabda, "Keluarkanlah kurma itu (dari tempat penjemurannya)". Lalu beliau melunasi mereka (para piutang), dan masih tersisa sebanyak yang diberikan kepada mereka. [HR. Bukhari juz 4, hal. 172]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 4

Tanda-tanda Kenabian (Mu'jizat) dalam Islam
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ ص فِى بَعْضِ مَخَارِجِهِ وَ مَعَهُ نَاسٌ مِنْ اَصْحَابِهِ، فَانْطَلَقُوْا يَسِيْرُوْنَ. فَحَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلَمْ يَجِدُوْا مَاءً يَتَوَضَّئُوْنَ، فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنَ اْلقَوْمِ فَجَاءَ بِقَدَحٍ مِنْ مَاءٍ يَسِيْرٍ فَاَخَذَهُ النَّبِيُّ ص فَتَوَضَّأَ ثُمَّ مَدَّ اَصَابِعَهُ اْلاَرْبَعَ عَلَى اْلقَدَحِ ثُمَّ قَالَ: قُوْمُوْا فَتَوَضَّئُوْا فَتَوَضَّأَ اْلقَوْمُ حَتَّى بَلَغُوْا فِيْمَا يُرِيْدُوْنَ مِنَ اْلوُضُوْءِ وَ كَانُوْا سَبْعِيْنَ اَوْ نَحْوَهُ. البخارى 4: 170
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata : Nabi SAW berangkat dalam suatu perjalanan beliau, dan beliau bersama para shahabat beliau. Mereka berangkat menempuh perjalanan. Lalu tibalah waktu shalat tetapi mereka tidak mendapatkan air untuk berwudlu. Lalu seorang laki-laki dari kaum itu pergi, lalu dia datang membawa mangkuk berisi air sedikit. Nabi SAW menerimanya dan berwudlu. Kemudian beliau menjulurkan empat jari-jari beliau pada mangkuk itu, kemudian beliau bersabda, "Berdirilah dan berwudlulah". Lalu kaum itu berwudlu hingga mereka menyelesaikan wudlu yang dikehendaki, dan mereka itu berjumlah tujuh puluh orang atau sekitar itu". [HR. Bukhari juz 4, hal. 170]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 3

Cap (Tanda Kenabian)

عَنْ سِمَاكٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ قَالَ: رَأَيْتُ خَاتَمًا فِى ظَهْرِ رَسُوْلِ اللهِ ص، كَاَنَّهُ بَيْضَةُ حَمَامٍ. مسلم 4: 1823
Dari Simak, dia berkata : Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata, "Aku pernah melihat cap (tanda kenabian) pada punggung Rasulullah SAW bagaikan telur burung merpati". [HR. Muslim juz 4, hal. 1823]

عَنِ اْلجَعْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمنِ قَالَ: سَمِعْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيْدَ يَقُوْلُ: ذَهَبَتْ بِى خَالَتِى اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ ابْنَ اُخْتِى وَجِعٌ. فَمَسَحَ رَأْسِى وَ دَعَا لِى بِاْلبَرَكَةِ. ثُمَّ تَوَضَّأَ فَشَرِبْتُ مِنْ وَضُوْئِهِ ثُمَّ قُمْتُ خَلْفَ ظَهْرِهِ فَنَظَرْتُ اِلَى خَاتَمِهِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ مِثْلِ زِرّ ْالحَجَلَةِ. مسلم 4: 1823
Dari Ja'd bin 'Abdurrahman, ia berkata : Aku mendengar Saib bin Yazid berkata : Bibiku pernah menemui Rasulullah SAW bersamaku. Bibiku berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya keponakanku ini sedang sakit". Lalu aku melihat beliau mengusap kepalaku dan mendoakan aku supaya mendapat berkah. Setelah itu beliau berwudlu. Dan aku meminum dari sisa air wudlunya. Kemudian aku berdiri di belakang beliau, maka aku melihat ada sebuah cap (tanda kenabian) diantara kedua belikat beliau seperti telur burung merpati". [HR Muslim juz 4, hal. 1823]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 2

Bau harum Rasulullah
عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَزْهَرَ اللَّوْنِ كَاَنَّ عَرَقَةُ اللُّؤْلُؤِ، اِذَا مَشَى تَكَفَّأَ وَ لاَ مَسِسْتُ دِيْبَاجَةً وَ لاَ حَرِيْرَةً اَلْيَنَ مِنْ كَفّ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ لاَ شَمِمْتُ مِسْكَةً وَ لاَ عَنْبَرَةً اَطْيَبَ مِنْ رَائِحَةِ رَسُوْلِ اللهِ ص. مسلم 4: 1815
Dari Anas, ia berkata, "Adalah Rasulullah SAW berkulit seperti kembang (putih kemerahan), seolah-olah mutiara yang berkilauan. Apabila berjalan, beliau berjalan tegap. Dan aku belum pernah menyentuh sutra tebal atau sutra tipis yang selembut tapak tangan Rasulullah SAW, dan aku belum pernah mencium bau minyak wangi misk, maupun ambar yang lebih harum dari pada bau harumnya Rasulullah SAW. [HR. Muslim juz 4, hal. 1815]

Baca selengkapnya »

Rasulullah SAW Suri Teladan Yang Baik 1

Bentuk tubuh Rasulullah SAW
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ يَصِفُ النَّبِيَّ ص قَالَ: كَانَ رَبْعَةً مِنَ اْلقَوْمِ لَيْسَ بِالطَّوِيْلِ وَ لاَ بِاْلقَصِيْرِ اَزْهَرَ اللَّوْنِ لَيْسَ بِاَبْيَضَ اَمْهَقَ وَ لاَ آدَمَ. لَيْسَ بِجَعْدٍ قَطَطٍ وَ لاَ سَبْطِ رَجِلٌ اُنْزِلَ عَلَيْهِ وَ هُوَ ابْنُ اَرْبَعِيْنَ فَلبِثَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِيْنَ يُنْزَلُ عَلَيْهِ وَ بِاْلمَدِيْنَةِ عَشْرَ سِنِيْنَ وَ لَيْسَ فِى رَأْسِهِ وَ لِحْيَتِهِ عِشْرُوْنَ شَعْرَةً بَيْضَاءَ. قَالَ رَبِيْعَةُ: فَرَاَيْتُ شَعَرًا مِنْ شَعَرِهِ فَاِذَا هُوَ اَحْمَرُ فَسَأَلْتُ فَقِيْلَ اَحْمَرَّ مِنَ الطّيْبِ. البخارى 4: 164
Dari Anas bin Malik, ia berkata ketika mensifati Nabi SAW, "Adalah beliau berperawakan sedang diantara kaum, tidak tinggi dan tidak pendek, berkulit seperti kembang (putih kemerahan), tidak putih muthlaq dan tidak sawo matang, berambut tidak keriting dan tidak lurus tetapi agak keriting, (wahyu) diturunkan kepada beliau dalam usia 40 th, lalu beliau tetap tinggal di Makkah selama 10 th dengan mendapatkan wahyu dan di Madinah selama 10 th, di kepala dan jenggot beliau tidak ada 20 helai rambut putih". Rabi'ah berkata, "Lalu aku melihat sebagian rambut beliau, ternyata berwarna merah", lalu aku tanyakan, maka dikatakan, "Memerah karena wewangian". [HR. Bukhari juz 4, hal. 164]

Baca selengkapnya »

Al-Akhlaqul Karimah

Tentang Doa

1. Doa bepergian dan naik kendaraan


وَ الَّذِيْ خَلَقَ اْلاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَ جَعَلَ لَكُمْ مّنَ اْلفُلْكِ وَ اْلاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَ. لِتَسْتَوا عَلى ظُهُوْرِه ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَ تَقُوْلُوْا سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هذَا وَ مَا كُنَّا لَه مُقْرِنِيْنَ. وَ اِنَّا اِلى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الزحرف:12-14

Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan, “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”. [QS. Az-Zukhruf : 12-14]

Baca selengkapnya »

Hidup Sesudah Mati

Manusia akan mengalami hisab dan timbangan amal

وَ نَضَعُ اْلمَوَازِيْنَ اْلقِسْطَ لِيَوْمِ اْلقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا، وَ اِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا وَ كَفى بِنَا حَاسِبِيْنَ. الانبياء:47

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari qiyamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. [QS. Al-Anbiyaa’ : 47]

اِنَّ اِلَيْنَا اِيَابَهُمْ(25) ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ(26) الغاشية:25-26

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, (25)

Baca selengkapnya »

Jujur Itu Indah

Sejatinya seorang muslim adalah pengemban risalah dalam kehidupan, olehkarenanya hendak-lah bermuamalah dengan akhlaq yang mulia nan tinggi, dengannya niscaya jelaslah kemuliaan seorang muslim dari yang lainnya.  

Di antara akhlaq mulia yang semestinya menghiasi seorang muslim, namun kerap ditinggalkan, padahal dengannyalah seseorang merasakan hakikat cinta, dengan nya pula terbangun persahabatan yang sejati nan diridhoi.

Baca selengkapnya »

Umur Yang Mencair Seperti ES

Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah.

Rasul saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)

Baca selengkapnya »

Bayangkan Saat MAUT Menjemput

Sesosok tubuh berselimut kain terbujur kaku. Disekelilingnya terlihat sanak saudara saling berangkulan, dan sesekali terdengar sesegukkan diiringi tetesan air mata kepiluan, keheningan dan kesedihan yang teramat dalam. Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an dari beberapa orang yang hadir menambah kepiluan mereka yang ditinggalkan. Hari ini, satu lagi saudara kita menghadap Rabb-nya, tidak peduli ia siap atau tidak. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun.

Saudaraku, setiap yang hidup akan merasakan mati. Hal itu termaktub dengan tegas dan lugas dalam kitab-Nya. Maka, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambut maut yang kedatangannya tidak diketahui namun pasti itu.

Baca selengkapnya »

Islam Melindungi Keutuhan Keluarga

Agama yang paling besar perhatiannya kepada keluarga adalah Islam, tidak ada tatanan dan aturan yang memberi perhatian kepada keluarga seperti -alih-alih mengungguli- Islam. Islam memiliki tatanan sempurna dan unggul terkait keluarga, mulai dari fase pra keluarga; bagaimana seorang muslim mendapatkan pasangannya secara baik dan benar, apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, lalu bagimana berakad dengan pasangan, akad mana yang shahih dan akad mana yang rusak, setelah akad harus bagaimana, apa hak dan kewajiban dan seterusnya, dalam semua itu Islam memiliki tatanan sempurna dan terbaik yang tidak akan ditemukan pada selain Islam.

Baca selengkapnya »

Hal - hal yang Menodai Tauhid

Termasuk perbuatan dosa besar yang menodai tauhid seseorang adalah merasa aman dari siksa dan adzab Allah subhanahu wa ta'ala dan berputus asa dari rahmat-Nya. Haramnya merasa aman dari siksa/makar Allah berdasarkan firman-Nya,

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَيَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {99}
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A’raf:99)
Ayat ini memberikan beberapa faidah di antaranya:

Baca selengkapnya »

Muslim Yang Kuat

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah salallahualaihiwassalam bersabda : 

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah dengan apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah. Dan jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah berkata ‘Andai aku melakukan ini, niscaya akan terjadi begini’.

Namun katakanlah ‘Allah yang mentakdirkan, dan apa saja yang Allah kehendaki pasti Dia kerjakan’.
Karena sesungguhnya perkataan berandai-andai itu membuka amalan syetan.

Baca selengkapnya »

Menyembuhkan penyakit Islamophobia dari dalam diri

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya. Amien
 
Banyak kelainan-kelainan ragawi sering diderita manusia, misalnya ada orang yang phobi untuk melihat dari atas ketinggian, ada lagi yang phobi terhadap serangga-serangga, ada lagi orang yang phobi dengan cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan petir, ada lagi orang yang phobi pada kejadian lakalantas. Bahkan ada orang yang phobi makan hewan hasil piaraan sendiri, dst-dst, yang semuanya tumbuh dari perasaan, yakni perasaan tidak sampai hati atau perasaan takut.

Baca selengkapnya »

Mencari Ridho Allah

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah . Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( ar-Ra'd : 11 ).

Sesungguhnya dari dalam jiwa akan terjadi perubahan. Barangsiapa yang merasa ridha, maka keridhaan yang akan dia dapatkan. Barangsiapa yang termakan kebencian, maka kebencian akan menggerogoti dirinya. Barangsiapa yang optimis akan mendapatkan kebaikan, maka dia akan mendapatkannya dan barangsiapa yang selalu khawatir akan tertimpa keburukan, maka dia akan menemukannya.

Baca selengkapnya »

Fase Taqlid

Taklid, didefinisikan para ulama sebagai upaya “mengambil pendapat orang lain tanpa argumen (hujjah) yang menguatkannya”. Akar dari dari taklid adalah “mengagungkan dan mengkultuskan seseorang, oleh seorang muqallid yang mengikutinya.”. Kemudian dia merelakan dirinya menjadi seorang pengikut, padahal Allah telah menciptakannya sebagai pemimpin dan seorang yang merdeka.

Dalam kitab Talbis al-Iblis, oleh Imam Ibnu al-Jauzi telah berkata dengan ungkapan yang fasih dan perlu kita perhatikan. “Ketahuilah bahwa orang yang bertaklid (ikut-ikutan), sebenarnya tidak yakin kepada apa yang diikuti. Sesungguhnya, di dalam budaya taklid terkandung pembekuan fungsi akal karena sebenarnya akal diciptakan untuk bertadabbur dan berpikir. Alangkah buruknya sikap orang yang diberikan kepadanya lilin, lalu ia mematikan lilin itu dan berjalan di tengah kegelapan”.

Baca selengkapnya »

Tauhid Uluhiyah

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"(QS 16: 36)

  
Sebagian ulama membagi tauhid menjadi 3 macam yakni tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah dan tauhid asma' wa sifat. Uluhiyah berarti penyembahan atau ibadah. Sehingga tauhid uluhiyah dapat dimaknai bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah. Penyembahan terhadap yang lain, selain Allah semuanya bathil. Maka tidaklah mengherankan bila misi para nabi adalah sama yakni menyeru manusia agar menyembah kepada Allah dan menjauhi taghut: U'budullah wajtanibuththaghut" (QS 16: 36).

Baca selengkapnya »

Amanah

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikul-lah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat jahil, sehingga Allah mengazab orang-orang muna-fik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; sehingga Allah menerima taubat orang-orang Muk-min laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Ahzab: 72-73).

Amanah ini sebenarnya telah ditawarkan kepada alam semesta, langit, bumi dan gunung. Namun mereka semua takut memang-gulnya dan enggan menerimanya karena takut dengan azab Allah. Lalu amanah tersebut ditawarkan kepada Adam dan beliau menerimanya.

Baca selengkapnya »

Ingat Aku, Ku Akan Ingat Kamu

Allah SWT tidak menciptakan hamba-Nya untuk suatu kesia-siaan. Ada amanah yang harus diemban dalam menjalani kehidupan di dunia ini, utamanya menjalankan perintah-Nya agar menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Berzikir (mengingat Allah) adalah perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan merupakan salah satu aktivitas ibadah untuk meraih kecintaan-Nya. Dengan berzikir, cahaya petunjuk Allah akan selalu menyertai kehidupan.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dan Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang), dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS. Al Ahzab (33):41-43)

Baca selengkapnya »

Jihad Melawan Hawa Nafsu

“Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al ‘Ankabuut: 69) 


Bulan Ramadhan adalah bulan jihad. Pada bulan ini, umat Islam memuasakan diri, tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu yang merusak kesucian jiwa, diri dan muamalah sesama manusia. Sehingga puasa yang dijalankan mampu mendekatkan diri dan kembali pada keridhaan Allah Swt. Upaya maksimal seorang hamba atau suatu umat untuk menyucikan diri dan mencari keridhaan Allah Swt di dunia dan akhirat adalah jihad fi sabilillah.

Baca selengkapnya »

Istri Sholehah Dambaan Setiap laki-laki

Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.


Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Baca selengkapnya »

Fondasi Kokoh Membangun Kemakmuran Dan Keadilan

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya.
 
Dalam kehidupan sering kita lihat dan kita rasakan sendiri tentang pudarnya rasa solidartas seiring dengan meningkatnya kesejahteraan. Bahkan ada yang lebih parah lagi yaitu pudarnya keiman seiring dengan meningkatnya kesejahteraan.

Baca selengkapnya »

Setiap Kesukaran Pasti ada Kemudahan

Alhamdulillahhirrobilalamin Wassolatuwassalmu ala asrofil ambiyi walmursalin wala alihi wa shahbihi ajmain amma bakdu.kkolallahu filllqur'anil karim 
Hidup didunia tidak selamanya mudah.perlu kacamata positif. Tidak sedikit kita saksikan orang disekitar kita,atau bahkan diri kita sendiri menghadapi kenyataan hidup penuh dengan kesulitan. Kepedihan. Dan, memang begitulah hidup manusia. Dalam posisi apa pun, di tempat mana pun, dan dalam waktu kapan pun tidak bisa mengelak dari kenyataan hidup yang pahit. Pahit karena himpitan ekonomi. Pahit karena masalah keluarga. Pahit karena anak tidak sal`eh. Pahit karena sakit yang menahun yang tak sembuh-sembuh.dan masih banyak lagi yang lain.

Baca selengkapnya »

Wanita yang Hormat Terhadap Suami

Imam Ali berkata,: Suatu hari, aku dan Fatimah melihat Nabi sedang menangis tersedu-sedu.

Lalu kami bertanya:"Ya Rasulullah, apa yang membuatmu menangis seperti ini"
Rasulullah menjawab:"Di malam Mi'raj,aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis.

Saya melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih. Ada perempuan yang lidahnya terjulur dan disiram dengan air neraka yang panas.
Dan sebagian lagi memakan dagingya sendiri, di bawah badan mereka ada api yang menyala, dan sebagian lagi kaki dan tangan dalam keadaan terikat,sedangkan ular dan kalajengking mengelilinginya,

Baca selengkapnya »

Postingan Lebih Baru Postingan Lama

Den Ryono. Diberdayakan oleh Blogger.

Dan Janganlah Kamu Mengikuti Apa yang Kamu Tidak Mempunyai Pengetahuan Tentangnya (Ilmunya). Sesungguhnya Pendengaran, Penglihatan dan Hati, Semuanya itu akan diminta Pertanggungan Jawabnya. (QS. Al-Isra : 36)

Kutinggalkan Pada Kamu Sekalian 2 Perkara Yang Kamu Tidak Akan Sesat Apabila Kamu Berpegang Teguh Pada Keduanya, Yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya [[HR. Malik Dalam Al-Muwaththa' Juz 2 Hal 899]]